Kampung Pecut


Kampung Pecut di Kelurahan Kemasan, Kota Kediri, lahir dari kecintaan dan keahlian warganya terhadap kesenian Pecut Samandiman, menjadi ikon budaya lokal yang diwariskan turun-temurun, bahkan kini banyak anak muda dan perempuan mahir membuatnya, didukung oleh pemerintah kota dengan berbagai acara pelestarian seperti festival dan festival tahunan yang menarik peserta dari seluruh Indonesia, menjadikannya pusat pengrajin dan seniman pecut yang terus hidup. 

Sejarah Singkat dan Asal Usul:
  • Identitas Budaya: Pemberian nama "Kampung Pecut" karena mayoritas penduduknya menyukai dan terampil dalam kesenian Jaranan dan Pecut, menjadikan pecut sebagai identitas kampung mereka.
  • Warisan Leluhur: Pecut Samandiman sendiri memiliki sejarah panjang, konon merupakan senjata Prabu Klono Sewandono, dan kisahnya terintegrasi dalam cerita rakyat Jawa, termasuk di Kediri dan Ponorogo, seperti diungkapkan tokoh seniman Pecut Samandiman, Moh. Hanif.
  • Perkembangan Komunitas: Komunitas Pecut Samandiman mulai terbentuk dan diresmikan secara notaris pada tahun 2014, dipelopori tokoh-tokoh yang memiliki minat sama dalam melestarikan pecut. 

Perkembangan dan Pelestarian:
  • Ikon Kota Kediri: Kelurahan Kemasan kini menjadi sentra pengrajin pecut yang menghasilkan karya-karya seni, dan lampu-lampu berbentuk pecut dipasang di sudut-sudut kampung sebagai penegasan identitasnya.
  • Regenerasi Seniman: Tradisi ini terus hidup; banyak anak muda dan perempuan di Kemasan yang kini piawai membuat dan memainkan pecut, menunjukkan semangat pelestarian budaya yang kuat.
  • Dukungan Pemerintah: Pemerintah Kota Kediri, melalui Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Kepemudaan, dan Olahraga (Disbudparpora), secara rutin menggelar Kejuaraan Seni Pecut Samandiman di Goa Selomangleng, menarik seniman dari berbagai daerah. 

Aktivitas Budaya:
  • Festival dan Kirab: Setiap tahun, acara seperti Festival Kampung Pecut diselenggarakan dengan pertunjukan jaranan, kirab pecut, dan pameran UMKM, memeriahkan budaya lokal.
  • Kearifan Lokal: Masyarakat Kemasan memandang pecut bukan hanya seni, tapi juga bagian dari kearifan lokal yang mengandung nilai-nilai kebangsaan dan identitas budaya Jawa yang sakral.